BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Penemuan teori kecerdasan ganda oleh Howard Gardner membuka peluang munculnya berbagai inovasi di bidang pendidikan. Pandangan kecerdasan multifaset ini menawarkan suatu gambaran yang lebih kaya tentang kemampuan dan potensi keberhasilan seorang anak daripada Inteliigence Quotient (IQ) yang baku. Gardner (dalam Armstrong, 2002:19—23) mendaftar sedikitnya delapan macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap individu dengan kombinasi yang berbeda. Kecerdasan emosi sebagai bagian dari kecerdasan ganda mempunyai peran yang penting bagi kehidupan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kecerdasan emosi memegang lebih banyak peranan. Salah satu jenis kecerdasan emosi yang dikemukakan oleh Goleman adalah kecerdasan intrapersonal. Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan yang korelatif, tetapi terarah pada diri sendiri (Goleman, 2005:52). Masalah penting yang sering dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam kurikulum atau silabus, materi bahan ajar hanya dituliskan secara garis besar dalam bentuk “materi pokok”. Menjadi tugas guru untuk menjabarkan materi pokok tersebut sehingga menjadi bahan ajar yang lengkap. Selain itu bagaimana cara memanfaatkan bahan ajar juga merupakan masalah. Pemanfaatan yang dimaksud adalah bagaimana cara mengajarkannya yang ditinjau dari pihak guru dan cara mempelajarinya dari pihak siswa. Berkenaan dengan pemilihan bahan ajar ini, secara umum masalah yang dimaksud meliputi cara penentuan jenis materi, kedalaman, ruang lingkup, urutan penyajian dan perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran. Masalah lainnya yang berkenaan dengan bahan ajar adalah memilih sumber di mana bahan ajar tersebut didapatkan. Biasanya baik siswa, orang tua maupun guru cenderung menganggap sumber bahan ajar hanya dititikberatkan pada buku. Keberadaan buku memang sangat membantu dalam proses pembelajaran, namun jangan sampai hanya berpedoman pada buku. Karena masih banyak sumber bahan ajar yang lain selain buku yang dapat digunakan. Bukupun tidak harus satu macam dan tidak harus sering berganti seperti terjadi selama ini. Berbagai buku dapat dipilih sebagai sumber bahan ajar. Namun selain buku, sumber bahan ajar lainnya dapat didapatkan dari internet, jurnal, majalah, koran, CD interaktif, lingkungan dan masih banyak lagi yang digunakan sebagai sumber belajar. Termasuk masalah yang sering dihadapi guru berkenaan dengan bahan ajar adalah guru memberikan bahan ajar atau materi pembelajaran terlalu luas atau terlalu sedikit, terlalu mendalam atau terlalu dangkal, urutan penyajian yang tidak tepat, dan jenis materi bahan ajar yang tidak sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai oleh siswa.
Berkenaan dengan buku sumber sering terjadi setiap ganti semester atau ganti tahun ganti buku. Dalam era globalisasi, sistem belajar terbuka dan jarak jauh merupakan sistem belajar yang efektif, fleksibel, dan menguntungkan. Belajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja. Dalam kegiatan belajar mengajar, sebenarnya berada pada kondisi yang unik, sebab secara sengaja atau tidak sengaja masing-masing pihak berada dalam suasana belajar. Jadi guru walaupun dikatakan pengajar sebenarnya tidak langsung juga melakkan belajar.
Guru dalam menjalankan proses pembelajaran dibutuhkan suatu bahan ajar karena digunakan untuk membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Dan dari proses belajar mengajar ini akan diperoleh suatu hasil yang pada umumnya disebut hasil pengajaran.
1.2 Tujuan Penulisan
- Untuk memenuhi tugas mata kuliah bahan ajar.
- Untuk melatih penulis dalam pengembangan pola piker pengembangan bahan ajar .
- Untuk lebih memahami dan mengenal proses pembuatan makalah pengembangan bahan ajar

BAB II
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

2.1 Pengertian Bahan Ajar
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan ajar yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bias berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis.
Mengapa guru perlu mengembangkan bahan ajar?
Guru harus memiliki atau menggunakan bahan ajar sesuai dengan :
- Kurikulum
- Karakteristik saran
- Tuntutan pemecahan masalah.
Menurut Ahmad Sudrajad, bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/ suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Menurut Tim Sosialisasi KTSP, bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Sedangkan menurut Abdul Majid, bahan ajar adalah segala bentuk bahan, informasi, alat dan teks yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa tertulis maupun bahan yang tidak tertulis.Bahan ajar atau materi kurikulum (curriculum material) adalah isi atau muatan kurikulum yang harus dipahami oleh siswa dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.
Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangkamencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis- jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilaiyang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan.


2.2 Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan Ajar
Bahan ajar disusun dengan tujuan
1.Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan pesrta didik, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan social peserta didik.
2.Mambantu peserta didik dalam memperoleh alternative bahan ajar disamping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh.
2.3 Manfaat Bagi Guru dan Pesetra Didik
a.Manfaat bagi guru.
1. Diperoleh bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik.
2. Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk dipeoleh. Memperkaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi.
Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar.
Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dan peserta didik karena peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya.
3. Menambah angka kredit jika dikumpulkan dan diterbitkan.
b. Manfaat bagi peserta didik.
1. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
2. Kesempatan untuk belajar secara lebih mandiri dan mengurangi ketrgantungan terhadap kehadiran guru.
3. Menadapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya.
2.4 Prinsip Pengembangan
Dalam mengembangkan bahan ajar tentu perlu memperhatikan prinsisp-prinsip pembelajaran.Gafur (1994) menjelaskan bahwa beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran diantaranya meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan. Ketiga penerapan prinsip-prinsip tersebut dipaparkan sebagai berikut :
a) Prinsip relevansi, artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian SK dan KD. Cara termudah ialah dengan mengajukan pertanyaan tentang kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Dengan prinsip dasar ini, guru akan mengetahui apakah materi yang hendak diajarkan tersebut materi fakta, konsep, prinsip, prosedur, aspek sikap atau aspek psikomotorik sehingga pada gilirannya guru terhindar dari kesalahan pemilihan jenis materi yang tidak relevan dengan pencapaian SK dan KD.
b) Prinsip konsistensi, artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam.
c) Prinsip kecukupan, artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai SK dan KD. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
1.Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang konkret untuk memahami yang abstrak.
2.Pengulangan dan memperkuat pemahaman
3.Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman peserta didik.
4.Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu kebrhasilan belajar
5.Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demis setahap akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu.
6.Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong peserta didik untuk terus mencapai tujuan.
2.5 Jenis Bahan Ajar
1.Bahan ajar pandang (visual) yang terdiri atas bahan cetak (printed) seperti antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan non cetak (non printed), seperti model/market.
2.Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio.
3.Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video campact disk, filem.
4.Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material). Seperti CAI (Computer Assistented Instruction), Copack Disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis we (Web based learning materials).

2.6 Teknik Penyusunan Bahan Ajar
Analisis kebutuhan bahan ajar
1.Analisis SK-KD indicator.
2.Analisis sumber belajar.
3.Pemilihan dan Penentuan Bahan Ajar.
2.7 Penyusunan Bahan Ajar Cetak memperhatikan
1.Susunan tampilan
2.Analisis sumber belajar
3.Pemilihan dan Penentuan Bahan Ajar
Sumber ; Bintek KTSP 2009
2.8 Cakupan Bahan Ajar
1.Judul MP, Sk, KD, Indikator, tempat.
2.Petunjuk belajar
3.Tujuan yang akan dicapai
4.Informasi pendukung
5.Latihan-latihan
6.Petujuk kerja
7.Penilaian
2.9 Contoh Bahan Ajar
1. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
SILABUS PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : VI / 2

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Pencapaian Kompetensi Kegiatan Pembelajaran

1 2 3 4 5
5. Mende-ngarkan
Memahami wacana lisan tentang berita dan drama pendek 5.1 Menyim-pulkan isi berita yang didengar dari televisi atau radio • Berita • Siswa dapat mendengarkan berita yang didengar dari televisi atau radio
• Siswa dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan berita yang didengar dari televisi atau radio
• Siswa dapat menentukan Judul berita yang didengar dari televisi atau radio
• Siswa dapat menceritakan kembali judul yang didengar • Mendengarkan berita yang didengar dari televisi atau radio
• Menjawab pertanyaan sesuai dengan berita yang didengar dari televisi atau radio
• Menentukan Judul berita yang didengar dari televisi atau radio
• Menceritakan kembali judul yang didengar
5.2 Menceritakan isi drama pendek yang disampaikan secara lisan • Drama pendek • Siswa dapat mendengarkan drama pendek yang disampaikan secara lisan
• Siswa dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan drama pendek yang disampaikan secara lisan.
• Siswa dapat menentukan Judul drama pendek yang disampaikan secara lisan
• Siswa dapat menceritakan kembali drama pendek yang disampaikan secara lisan
• Mendengarkan drama pendek yang disampaikan secara lisan
• Menjawab pertanyaan sesuai dengan drama pendek yang disampaikan secara lisan.
• Menentukan Judul drama pendek yang disampaikan secara lisan
• Menceritakan kembali drama pendek yang disampaikan secara lisan

2.Contoh PTK Bahasa Indonesia SD kels V
Penelitian tindakan kelas (PTK) bahan ajar SD isi CD berupa contoh-contoh PTK

2.Contoh Bahan Ajar BSE Bahasa Indonesia SD kels V
Bahan ajar SD berupa CD








BAB III
ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR



BAB IV
KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Teori belajar yang dianut guru dalam implementasi proses belajar akan mempengaruhi bahan yang dipelajari, proses yang dilaksanakan dan hasil yang diinginkan. Proses belajar sangat dipengaruhi oleh pendekatan atau strategi belajar yang digunakan dalam belajar. Prses pembelajaran yang dituntut kurikulum saat ini adalah proses pembelajaran yang dapat mengoptimalkan seluruh aktifitas siswa berdasarkan potensi yang dimilikinya.Untuk menunjang proses pembelajaran, bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru untuk perencanaan pembelajaran. Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga memungkinkan siswa untuk belajar. Bentuk bahan ajar yang digunakan bahan ajar cetak, Audio Visual, multimedia, audio dan visual.
Dengan bahan ajar diasumsikan siswa akan termotivasi untuk membaca dan belajar secara sendiri. Siswa akan lebih bergairah dan lebih tertarik untuk membaca dan belajar tanpa banyak bergantung kepada pembelajar. Akhirnya mereka berhasil menemukan kapabilitas yang diinginkan atau dipelajarinya. Di sini nampak sekali fungsi buku bahan ajar ( sebagai bagian paket pembelajaran) yaitu melayani semaksimal mungkin terhadap pembelajaran individual di samping dapat dipakai dalam pembelajaran klasikal (Ubben dalam Duane, 1975)


Label : automotive Hotels pimmy ride Phone Cell Property wallpapers Anti Vir car body design

Introduction

GAMES

PRIMBON RAMALAN JODOH